Follow Up WA yang Menghasilkan: Studi Kasus Closing Rate 30%
Studi kasus follow up WhatsApp yang menghasilkan closing rate 30 persen.
Toko furniture custom di Tangerang punya banyak inquiry tapi closing rate hanya 10%. Setelah implementasi follow up terstruktur, naik ke 30%.
Masalah: Inquiry Banyak, Closing Sedikit
50 inquiry/minggu tapi hanya 5 yang closing. Kebanyakan tanya harga lalu hilang. Admin tidak follow up karena sibuk handle chat baru. Tidak ada sistem tracking lead.
Follow Up Sequence yang Diterapkan
H+0: Instant Response + Info Lengkap
Respons cepat dengan info produk, harga range, portfolio foto, dan testimoni. Jangan tunggu customer tanya lagi - berikan semua yang mereka butuhkan.
H+1: Value Add
"Kak [Nama], ini beberapa desain populer untuk [jenis furniture]. Mana yang paling cocok untuk ruangan Kakak?"
H+3: Social Proof
"FYI Kak, customer kami di [area serupa] baru saja order [produk serupa]. Ini hasilnya: [foto]. Mau diskusi desain yang cocok untuk Kakak?"
H+7: Soft Offer
"Kak [Nama], kebetulan bulan ini ada promo free ongkir untuk area [kota]. Berlaku sampai [tanggal]. Mau lanjut diskusi?"
H+14: Last Touch
"Hai Kak, masih mencari furniture? Kami siap bantu kapan saja. Reply pesan ini kalau mau konsultasi lebih lanjut."
Hasil
Closing rate naik dari 10% ke 30% (3x lipat). Revenue naik 200% dengan jumlah inquiry yang sama. Tidak ada lead yang "hilang" - semua ter-follow up otomatis.
Follow up otomatis di Balaswa - drip sequence tanpa effort manual.